(24mei2009)
Bintang Tak Selalu Indah
Aku punya teman namanya eqsa, dia sahabatku yang sangat setia. Aku, eqsa dan stela adalah tiga sekawan yang tak bisa terpisahkan. Dulu, dua bulan yang lalu dia pernah berselisih denganq mengenai “Bintang”. Ketika itu q hanya mengatakan dengan sebuah gurauan, bahwa tak baik terlalu fanatik menyukai bintang. Tapi justru saat ini menjadi kenyataan. Saat itu q melihat perubahan yang drastis pada dirinya, mulai dari kegemarannya mengkoleksi aksesoris dan barang2 berbentuk bintang hingga menorehkan apapun dimulai dengan membentuk bintang. Hingga akhirnya q tak tahan lagi atas perubahannya yang tak masuk akal ini. Ketika itu q sedang duduk disampingnya, memperhatikan gerak-geriknya sedang menulis dibuku berbentuk bintang dan pena dengan hiasan bintang diatasnya.
“mmm… sa, sebenarnya udah lama q ingin tnya’ sesuatu ma kmu” tanyaq lirih.
“ouww,, tanya’ aja, emang mw tanya’ apa” jawabnya santai.
“Gini, 2 bulan terakhir ini q perhati’in banyak perubahan dari kmu”
“masa’ sich? Tapi kayaknya biasa aja, qta te2p kompak kan?”.
“iya sich, qta emag masih breng2 kmanapun. Tapi bukan itu yang q maksud”.
“trus,?”
“kamu sekarang itu aneh sa” spontan kata itu q lontarkan.
Dia menatapq dan mengkerutkan keningnya “Aneh?? Aneh apanya rin?”
“Coba dech, kmu lihat aja apa yang kmu lakukan pada dirimu. Dari mulai kepala sampek kaki, bahkan buku, polpen, aksesoris, dan semua yang ada dikmarmu itu. Berbau bintang semuanya”
“trus npa? Ada masalah?”
“ya aneh aja gtu, mmm.. apa ini ada kaitannya dengan rion?”
“gak juga kok, Cuma lagi pengen aja, habis menarik sich bentuk bintang itu, bikin semangat aja”
“iya juga sich, kluw gara2 cwok pasti sma mantan2mu dulu dah kayak gini. apa lagi waktu ma hendrik, mungkin dah ngoleksi jangkrik kali ya. Hehe”
“riny,,,,” dia mencoba mencubitq dengan gemas
“riny,,,,” dia mencoba mencubitq dengan gemas
Sejenak q dan eqsa saling canda tawa dan menikmati deburan air yang mengalir tepat dibawah jembatan gantung yang q tapaki. Berlahan q mengungkit topik tadi.
“ya q harap perubahanmu ini bukan karena adanya rion, karena dulu stelapun pernah merasakan sama persis seperti kmu. Menyukai sesuatu karena ada seseorang disampingnya, tapi bukan cowoknya yang merasa sedih dan menyesal ketika hubungan gk bisa dilanjutkan, melainkan stela. karena merasa dibohongin”.
Tiba2 eqsa menatapq dengan mata tajam, terlihat dari raut wajahnya yang tak bisa menerima keadaan. Dan berlahan berpaling membelakangiq.
“sebenarnya perubahan ini juga karena rion, tapi q sangat nyaman dengan ini. Masa lalu stela itu gak sama dengan apa yang q alami sekarang, sudahlah! gak usah terlalu banyak mencampuri urusanq. Lihat kmu sendiri, sampek skarang lum ada yang maw ma kmu”.
“bukanya gk ada, tpi q blum maw pacaran lg.” kataq balik
“sama ajja” ujarya sewot
“yaa,,, terserah kmu aja. Gak penting juga kan q ngasih pengertian kkmu, klu masih bisa sih q berharap kmu pikirkan baik2.. jangan samapi ngerasa’in apa yang q rasain dan menyesal akhirnya nanti”
Berlahan dia menatapq dengan tajam
“knpa sich rin kmu slalu aja gk suka klu q punya cwok baru!? Bilang aja kluw syirik ma q”
“loh, kok jd sewot sih sa.. q kn cumn ingetin aja”
“gak perlu!!”
“ukey,, tapi ntar klu terjadi apa2 jngan dateng ke q”
“gak bakal”
Sejak saat itu, q dan eqsa gak pernah jlan breng lagi. Kmanapun q hnya berdua dengan stela, bahkan saat bersimpangan dengan eqsa dan pacarnya kami saling membuang muka.
Q sangat merasa bersalah dan kehilangan sosok sahabat yang satu ini, tak lengkap rasanya jika hanya ada q dan stela aja. Stela slalu mmbujukq untuk meminta maaf dulu pada eqsa. Setelah pertemuan dengan kondisi hati tenang, akhirnya persahabatan yang selama ini kita jalin kembali lagi.
Hari2 tetap q jalani seperti biasanya bersama dua sahabatku, meski tak sebaik dahulu karena kini eqsa hrus berbagi waktu dengan rion.
3 bulan waktu tlah berlalu, musimpun kini tlah berganti. Dunia terasa sangat terang, sinar bulan menerangi redup2, q berjalan santai menuju sebuah jembatan tempat favorit q dan dua sahabatq. Malam yang sepi memandang bulan penuh rasa sejuk. Q tak sendiri, ada stela dan eqsa disampingq. Kemudian q melirik eqsa dan menghampirinya dengan berlari2 kecil, dan membalikkan badan dengan merebahkan punggungq dipagar jembatan, eqsa menatapq dengan alis yang menunjukkan keheranan. Dan q menatapnya.
“idiih,,, nieh anak apa’an sich!? Ucap stela
“he’em,, aneh banget” mereka menatapq, q hanya mmblas dengan senyuman.
“sa, coba’ dech kmu lhat keatas, banyak bintang, cantik kan?” kata stela
“naah,,, itu yang q maw ktakan tadi…” selaq dengan mantap
“kelama’an rin…” jwab stela, eqsa hanya mnanggapi dengan tersenyum
“low,, kok cuman senyum? Biasanya paling semngat klu lihat bintang, coba lihat tuh,, tuh,, kan bnyak bintang” kataq sambil menunjuk beberapa bintang
Kemudian q menutup mulutq, stela menatap eqsa
“apa ada yang salah sa?” Tanya stela
“udah,, jngan ngomongn bintang lagi” celetus eqsa
“emang npa? Q suka kok..” kataq santai
“riny…..”gertak stela dengan isyarat matanya, kemudian cepat q mengatupkan mulutq
“ups,, sory….”ujarq
“itu dulu teman, sekarang enggak lagi” kata eqsa lirih
“waah,,, ada yang gak beres nieh,, gak mungkin kan eqsa gk suka bintang, pasti ada sesuatunya, apa’an sich,,,? Cerita donk..” tanyaq sangat penasaran
Mereka berdua meninggalkan q yang sedang terpaku
“wooooi… q kn tnya’ kok gk djawab sich,, tungguin donk….”
Hari demi hari tlah berlalu, satu minggu sudah terlewatkan. Hari libur sekolahpun tlah tiba, pagi2 eqsa dan stela duduk2 sambil menikmati secangkir kopi.
“eh kalian gak ada acara?” kataq menghampirinya
“mmm,, maw kemna? Gak ada yang punya cwok kok..” sindir stela sambil melirik kearah eqsa yang sedang minum kopi.
“emaang,,, kmu kan dah putus dari dulu..” selaq sambil melirik juga ke’arah eqsa
“yaudah,, q mau kbelakang dulu. Piringnya lom dicuci” kata stela, dan berlalu meninggalkan q dan eqsa.
“rin, q maw tanya’” ujar eqsa
“maw tanya’ apa’an? Q tetap serius dengan Koran yang q pegang
“gini, apa bener stela putus ama cwoknya gara2 barang antik? Q terperangah dan meletakkan koranq.
“tunggu2,, jangan2 kamu ada masalah yaw sama cwowkmu?” berlahan q amati penampilannya yang gak berbau bintang.
“q putus rin, kamu lihat sendiri kan. Q kembali biasa”
“kok bisa sich sa?? Emang ada masalah?”
“dia pilih pisah dan kembali sma mantannya,”
Q menatapnya dengan penuh belas kasihan,, q ulurkan tangan untuk mengajaknya bangkit dari tempat duduk.
“ayow…” kataq sambil menanti tangannya menggapai tanganq
“kemana??” wajahnya mengkerut dengan penuh tanda Tanya
“q cuman ingin berselancar aja kug,, lama nieh gak nikmatin air laut”
Berlahan ia mengulurkan tangan dan membalas dengan senyuman. Dalam hatiq berkata “hmm.. akhirnya dia gak terlarut dalam kesedihannya”.
Tiba2 dari belakang terdengar suara teriakan.
“heei!!!!,,, kaliaaan… sungguh tak setia kawan” teriak stela sambil melenggangkan tangannya, q dan eqsa hanya saling menatap
“eiits,,, hehe.. iya ya.,,, lupa, qta kan masih punya temen satu lagi..” ujarq
“npa q juga gak ingat yaw?” celetuk eqsa
“sory stel… qta2 lupa klu ada kmu, hehe…”
“waah,, kayaknya mau kpantai ya? Lama juga ya gk nikmatin pantai, sibuk sama cwok2nya sich” kata stela sambil merangkul q dan eqsa, kami beriringan menuju pantai.
Air pantai begitu mendamaikan, deburan ombak kecil yang menghempas ketepi pantai seolah memberi salam, salam dari masa yang baru. Penuh harapan dan ketenangan. entah apa yang terjadi malam nanti, malam penuh bintang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar